Sistem Informasi Geografi (SIG) Bidang Kesehatan

jumakil

Bidang Kesehatan dan SIG

Bidang kesehatan juga telah menggunakan teknologi Sistem Informasi Geografi dalam membantu efektifitas pengambilan kebijakan guna meningkatkan pelayanan kesehatan ataupun dalam rangka menanggulangi wabah penyakit tertentu. Memetakan sebaran pusat-pusat pelayan kesehatan masyarakat seperti rumah sakit, puskesmas, hingga posyandu atau pustu), sebaran kepadatan penduduk, sebaran pemukiman kumuh, dan masih banyak lagi.

Selain tentang fenomena distribusi, spasial sangat berguna untuk menterjemahkan pola yang dapat menjadi bahan pertimbangan yang sangat obyektif dan terukur seperti pada kasus berikut : seorang ahli epidemiologi mengumpulkan data tentang terjadinya suaru penyakit. Apakah distribusi kasus penyakit tersebut membentuk pola?, apakah ada asosiasi/hubungannya dengan sumber polusi misalnya?, apakah ada bukti penularan dari penyakit tersebut?, atau apakah berbeda jika dikaitkan dengan waktu kejadian?.

Spasial Epidemiologi dan SIG

Semakin banyak digunakan untuk menilai risiko kesehatan salah satunya yang terkait dengan bahaya lingkungan. Pola risiko cenderung memiliki komponen temporal dan spasial, dengan demikian epidemiologi spasial harus menggambungkan metode dari epidemiologi, statistik, dan ilmu informasi geografis. Kemajuan statistik terbaru dalam epidemiologi spasial mencakup penggunaan peralatan dalam peta risiko yang dapat ditafsirkan, peluasan model spasial untuk menggambungkan dimensi waktu, dan kombinasi informasi tingkat individu dan daerah. Kemajuan dalam sistem informasi geografi dan meningkatnya ketersediaan paket pemodelan telah menyebabkan peningkatan dalam penilaian eksposur. Teknik yang diambil dalam ilmu informasi geografi sedang dikembangkan untuk memungkinkan visualisasi ketidakpastian dan memastikan kesimpulan yang lebih bermakna dari data. Ketika masalah kesehatan terkait dengan lingkungan muncul, penting untuk mengatasi permasalahan seperti itu dengan tepat serta tepat waktu. Alat yang dirancang untuk memudahkan proses penyelidikan sedang dikembangkan, walaupun ketersediaan data kesehatan yang lengkap, dan data paparan yang tepat seringkali menjadi faktor pembatas (Beale et al., 2008).

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Dilarang Copy Paste !!